Senin, 21 Juni 2010

Pemodelan Sistem

Membangun sebuah sistem yang besar dan kompleks SI e-Business, tim pembuat pembuat sistem perlu membuat model. Pemodelan tersebut menggambarkan aliran data yang akan di proses menjadi informasi. Aliran distribusi juga akan digambarkan. Dengan demikian, arus data informasi dapat terlihat secara jelas. Penggambaran pemodelan dapat menggunakan sistem flowchart atau diagram.

Metode Daur Hidup untuk Membangun Sistem Informasi E-Bisnis
Sebuah sistem yang kompleks secara sistematis dan terintegrasi, dibutuhkan metode-metode pembanguna sistem seperti daur hidup, prototype, dan spiral. Dari ketiga macam metode tersebut, metode daur hidup cocok untuk pembangunan sistem e-business, karena memiliki beberapa beberapa karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah demi selangkah yang disertai dengan proses dokumentasi yang rapi. Metode daur hdup terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan, dan pemeliharaan. Pada setiap tahapan dilakukan proses pendokumentasian atas segala yang telah dilakukan atau disepakati.


Tahap Perencanaan

Tahap ini sangat penting karena pada tahap ini permasalahan yang sebenarnya didefinisikan secara rinci




Tahap Analisis

Menurut Mc. Leod, ada enam demensi kelayakan, yaitu
1.Kelayakan teknis.
2.Pengembailan ekonomis.
3.Pengembalian non ekonomis.
4.Hukum dan etika.
5.Operasional.
6.Jadwal.


Faktor-faktor pemodelan sistem informasi e-business dapat digunakan dalam lingkup yang tepat.
1.Kelayakan organisasi .
2.Memilih kelompok bisnis.
3.Melihat kemungkinan-kemungkinan permodelan.
4.Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi .
5.Lingkungan operasional sistem .
6.Sistem harga.


Tahap Perancangan

Rancangan sistem informasi e-bisnis harus memperhatikan:
1.Kebutuhan perusahaan e-business.
2.Kebutuhan operator.
3.Kebutuhan pemakai.
4.Kebutuhan teknis.


Tahap Pemaparan

Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan rancangan yang telah disusun sebelumnya agar dapat diwujudnyatakan. Implementasi untuk prosedur di dalam teknologi komputer akan menggunakan bahasa komputer.

Sementara itu, untuk proses yang terdapat di luar sistem komputer, disusunlah sebuah konvensi atau perjanjian atau tata tertib, agar setiap orang yang terlibat dapat mengikuti alur yang telah ditetapkan.

Untuk merealisasikan sistem pada tahap pemaparan ini, ditempuh beberapa metode, antara lain, penggunaan paket aplikasi, pengembangan oleh staf sendiri (insourcing), dan pengembangnan yang dilakukan dengan kerjasama dari pihak luar seperti konsultan atau software house (outsourcing).


Tahap Evaluasi

Pada tahap ini, dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun. Proses uji coba diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar. Karakteristik yang ditetapkan, dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung didalamnya.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi perangkat keras adalah:
1.Kemampuan perangkat keras yang meliputi kecepatan proses dan distribusinya.
2.Seberapa besar biaya yang harus disediakannya untuk pengoperasian dan perawatan sistem.
3.Kompatibilitas perangkat keras terhadap sistem-sistem yang terkait.
4.Seberapa lama teknologi yang digunakan akan dapat bertahan .
5.Sejauh mana pilihan-pilihan terhadap komputer yang digunakan memperhatikan faktor-faktor ergonomik.
6.Tingkat kehandalan dan sekalabilitas jaringan komputer yang dibangun sebagai infrastruktur sistem tersebut.

Tahap Penggunaan dan Pemeliharaan
Pada tahap ini, sistem yang telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk mengenal proses e-Business yang sesungguhnya.

Pemeliharaan sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, membackup, dan scaning virus. Sementara itu, pemeliharaan juga termasuk melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemuktahiran sistem, atau pembetulan atas kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan belum diketahui sebelumnya.


Kegagalan sistem informasi e-bisnis

Faktor-faktor penyebab kegagalan

1.Sering orang memandang sistem e-Business adalah paling utama dan penting, sementara melupakan komitmen dan konsistensi terhadap materi informasi, produk dan respon layanan kepada konsumen
2.Antar-muka SI e-Business sering kurang interaktif, kurang komunikatif dan kurang mudah digunakan oleh konsumen, karena antar muka sering dibangun berdasarkan selera pembuatnya
3.Perubahan cara pandang, pola berbisnis, dan sistim dari tradisonal dan lokal menjadi moderen dan global, perusahaan dan pebisnis membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar